18 Kades dan Pengelola Perpustaan Terima Penghargaan dari DPK Babar




MENTOK, DPK BABAR – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memberikan stimulus berupa penghargaan kepada Kepala Desa (Kades) dan Pengelola Perpustakaan di Bangka Barat.

18 Kades dan Pengelola Perpustakaan yang menerima penghargaan dari DPK Bangka Barat, dan diserahkan oleh Kepala DPK Bangka Barat, Farouk Yohansyah di Gedung Perpustakaan Daerah Bangka Barat, Kamis (6/11/2025) tersebut, berkenaan dengan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Kepala DPK Bangka Barat, Farouk Yohansyah, menjelaskan, Program TPBIS yang telah dilaksanakan sejak tahun 2021 hingga 2025 ini, merupakan upaya strategis dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat, ruang inovasi, dan wahana pemberdayaan sosial-ekonomi berbasis literasi.

Melalui dukungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, menurut Farouk, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat terus berkomitmen untuk menghadirkan perpustakaan yang inklusif, terbuka, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.

“Dalam momentum Peer Learning Meeting (PLM) atau Pembelajaran Sebaya saat ini, kami mendorong terjadinya proses saling belajar, berbagi pengalaman, dan inspirasi antar pengelola perpustakaan desa, kepala desa, serta relawan literasi. Melalui forum ini, praktik-praktik baik dari pelaksanaan TPBIS di berbagai desa dapat direplikasi, dikembangkan, dan diperkuat untuk memperluas dampak transformasi sosial berbasis literasi,” ungkap Farouk.

Dijelaskan Farouk, tujuan Perpusada memberikan penghargaan  yaitu mengapresiasi atas support kades-kades dan pengelola yang komitmennya sangat kuat dalam meningkatkan kapasitas perpustakaan untuk memanfaatkan teknologi informasi, memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan informasi sebagai perpustakaan berbasis TPBIS. Serta inovasi mereka dalam mengembangkan perpustakaan desa sebagai ruang belajar sepanjang hayat dan pusat pemberdayaan masyarakat.

 

“Program TPBIS ini menjadi unggulan perpustakaan Bangka Barat, karena kita berkomitmen mendorong agar perpustakaan di desa terus bertransformasi menjadi perpustakaan yang inklusi bagi semua lapisan masyarakat, bukan perpustakaan eksklusif,” terangnya. 

Perpustakaan, lanjut dia, terbuka bagi semua lapisan masyakarat untuk berkreasi dan berkatifitas memanfaatkan semua fasiltas yang tersedia di perpustakaan guna meningkatkan literasi untuk kecakapan dan kesejahteraan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Perpustakaan Nasional RI atas fasilitasi dan pendampingan berkelanjutan, serta kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya program TPBIS di Kabupaten Bangka Barat,” ucap Farouk.

Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan DPK Bangka Barat, Eka Oktawianto menambahkan, melalui kegiatan PLM, dapat belajar bahwa setiap pengalaman desa memiliki nilai yang dapat menginspirasi perubahan.

“Literasi tumbuh ketika masyarakat saling berbagi, saling belajar, dan saling menguatkan. TPBIS telah membuktikan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi ruang untuk membangun masa depan bersama,” ujar Eka.

Perpustakaan desa, ulas dia, merupakan ujung tombak terdekat di desa yang berperan aktif dalam meningkatkan kecerdasan literasi masyarakat dan Penguatan Budaya Baca masyarakat.

Untuk penghargaan itu sendiri diberikan kepada 18  desa di Bangka Barat, yakni dari Kecamatan Kelapa desa Terentang. Kecamatan Simpang Teritip desa Kundi, Paradong, Bukit Terak dan Rambat.  Kecamatan Tempilang desa Benteng Kota dan Air Lintang.

Kecamatan Jebus ada Desa Ranggi Asam dan Ketap. Kecamatan Parit Tiga desa Sekar Biru, Cupat, Air Gantang, Teluk Limau dan Puput. Sedangkan Kecamatan Mentok Air Putih, Belo Laut, Air Limau dan Air Belo.

Penulis               : ZL

Fografer             : ZL

Editor                 : Ahmad