Bangka Barat Rebut Lima Penghargaan Tingkat Nasional 2025 dari Perpusnas RI
MENTOK, DPK BABAR – Pemerintah Kabupaten
Bangka Barat (Pemkab Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Babar, kini terus melambungkan Namanya di
kancah nasional, khususnya di bidang Perpustakaan Daerah.
Terbaru, DPK Babar berhasil merebut lima
penghargaan Tingkat Nasional tahun 2025 dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Republik Indonesia (RI).
Lima Penghargaan Perpustakaan Terbaik
dari Perpusnas RI tahun 2025 itu, antara lain:
1. Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka
Barat sebagai Perpustakaan Kabupaten/Kota dengan Implementasi Program TPBIS
terbaik.
2. Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka
Barat sebagai Perpustakaan Kab/Kota
dengan Inovasi Layanan Digital.
3. Perpustakaan Desa Benteng Kota Kecamatan
Tempilang sebagai Perpustakaan desa dengan Inovasi Layanan Digital.
4. Perpustakaan Desa Air Gantang Kecamatan
Parittiga sebagai perpustakaan desa
dengan Inovasi Layanan Digital.
5. Perpustakaan Desa Belo Laut Kecamatan
Mentok sebagai perpustakaan desa dengan
Inovasi, Advokasi dan Kemitraan.
Kepala DPK Babar, Farouk Yohansyah menyampaikan
terima kasih, sekaligus bersyukur atas penghargaan yang diberikan Perpusnas RI,
dan disampaikan pada Pertemuan Pembelajaran
Sebaya (PPS) Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tingkat
Nasional Tahun 2025, melalui zoom dari Ruang Perpusnas RI, pada 09-10 Desember 2025.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen
kami dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang modern, adaptif, dan mudah
diakses oleh seluruh masyarakat Bangka Barat,” kata Farouk, Rabu (10/12/2025).
Inovasi
layanan digital yang DPK Babar kembangkan, dijelaskannya, tidak hanya bertujuan
memperluas akses informasi, tetapi juga untuk menghadirkan pengalaman literasi
yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat saat ini.
Digitalisasi
layanan, dijelaskan lebih lanjut oleh Farouk, merupakan langkah strategis dalam
memperkuat transformasi perpustakaan sebagai pusat pengetahuan, ruang inklusi
sosial, serta sarana pembelajaran sepanjang hayat.
“Selain
layanan inovasi kita kembangkan juga Program TPBIS yang menjadi unggulan
perpustakaan Bangka Barat, karena kita berkomitmen mendorong agar perpustakaan
di desa terus bertransformasi menjadi perpustakaan yang inklusi bagi semua
lapisan masyarakat, bukan perpustakaan eksklusif. Perpustakaan desa selalu kita
support terus bertransformasi di bidang inovasi digital,” ujarnya.
Perpustakaan,
lanjut dia, terbuka bagi semua lapisan masyakarat untuk berkreasi dan beraktifitas
memanfaatkan semua fasiltas yang tersedia di perpustakaan guna meningkatkan
literasi untuk kecakapan dan kesejahteraan.
“Kami menyampaikan apresiasi yang
sebesar-besarnya kepada Perpusnas RI atas dukungan, pendampingan, dan pengakuan
yang diberikan. Terima kasih juga kepada seluruh pegawai, kepala desa, pengelola
perpustakaan desa, komunitas literasi, dan stakeholder lain yang telah
berkolaborasi dalam memperkuat visi bersama untuk memajukan literasi di
Kabupaten Bangka Barat,” ucapnya.
Semoga penghargaan ini, diharapkan dia, menjadi
dorongan bagi DPK Babar untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas
inovasi digital, dan memperkuat ekosistem literasi yang inklusif dan
berkelanjutan.
Terpisah, Kabid Pembinaan Perpustakaan DPK Babar, Eka
Octawianto menambahkan, penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras bersama
dalam membangun layanan perpustakaan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Digitalisasi bukan sekadar perubahan teknologi, tetapi perubahan cara
kita melayani masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus membimbing dan
memperkuat perpustakaan desa, sekolah, dan komunitas agar dapat memanfaatkan
teknologi secara optimal sebagai sarana belajar, berkarya, dan berdaya. Inovasi
layanan digital ini adalah langkah maju menuju perpustakaan yang lebih terbuka,
inklusif, dan bermanfaat bagi semua,” tutup Eka.
Penulis : ZL
Fotografer : ZL
Editor : Ahmad